Tiongkok Gelar Latihan Militer Besar di Sekitar Taiwan, Ketegangan Meningkat

128
Cuplikan gambar dari video yang diambil pada Senin dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Taiwan pada Selasa ini menunjukkan kapal-kapal militer Tiongkok di perairan sekitar Taiwan menjelang latihan militer. (Foto: Kementerian Pertahanan Taiwan/AFP/Getty Images)
Cuplikan gambar dari video yang diambil pada Senin dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Taiwan pada Selasa ini menunjukkan kapal-kapal militer Tiongkok di perairan sekitar Taiwan menjelang latihan militer. (Foto: Kementerian Pertahanan Taiwan/AFP/Getty Images)

BeritaYogya.com – Tiongkok menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan pada Selasa (1/4/2025), yang melibatkan kelompok kapal induk dan berbagai unit tempur. Latihan ini disebut sebagai peringatan keras terhadap upaya Taiwan untuk meraih kemerdekaan formal.

Respons Taiwan dan AS terhadap Latihan Militer Tiongkok

Taiwan menanggapi bahwa provokasi militer Tiongkok tidak hanya mengancam perdamaian di Selat Taiwan tetapi juga merusak stabilitas kawasan. Militer Tiongkok tetap menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan untuk menguasai pulau tersebut dengan kekuatan jika diperlukan.

Latihan ini terjadi setelah beberapa manuver militer Tiongkok di dekat Australia dan Selandia Baru yang dilakukan tanpa pemberitahuan. Sementara itu, Amerika Serikat semakin mempererat hubungan militernya dengan Jepang dalam menghadapi potensi ancaman dari Tiongkok.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, saat berkunjung ke Jepang, mengumumkan peningkatan kemitraan militer kedua negara. Langkah ini mencakup penguatan komando militer AS di Jepang, percepatan pengembangan rudal bersama, serta peningkatan pemeliharaan kapal perang dan pesawat militer AS di Jepang.

Latihan Tiongkok dan Peringatan dari Taiwan

Dalam latihan terbaru ini, Tiongkok mengerahkan 71 pesawat dan 21 kapal perang, termasuk kelompok kapal induk Shandong yang memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. Taiwan memperingatkan bahwa Tiongkok dapat melakukan serangan mendadak selama latihan berlangsung.

Kementerian Pertahanan Taiwan menilai tindakan ini sebagai ancaman nyata bagi perdamaian regional. Hanya dua minggu sebelumnya, Tiongkok juga menggelar latihan besar dengan mengerahkan drone dan kapal perang menuju Taiwan, yang dianggap sebagai respons terhadap kebijakan pro-kemerdekaan Presiden Taiwan Lai Ching-te.

Beijing Meningkatkan Tekanan terhadap Taiwan

Kantor Urusan Taiwan di Beijing mengecam kebijakan Presiden Lai yang dinilai memperburuk hubungan dengan daratan. Lai sebelumnya mengajukan strategi 17 poin untuk memperkuat keamanan nasional Taiwan, termasuk memperketat aturan imigrasi bagi warga negara Tiongkok.

Tiongkok terus memperbesar cakupan latihannya, mulai dari pengiriman pesawat tempur dan pengintai hingga pengerahan drone dan kelompok kapal perang. Latihan ini bertujuan menguji kemampuan militer Tiongkok dalam melancarkan serangan presisi terhadap target strategis di Taiwan dari berbagai arah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini