Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang

236
Salah satu korban saat diberi pertolongan oleh petugas SAR di Pantai Parangtritis, Jumat (4/4/2025). (Foto: Humas Polres Bantul)
Salah satu korban saat diberi pertolongan oleh petugas SAR di Pantai Parangtritis, Jumat (4/4/2025). (Foto: Humas Polres Bantul)

BeritaYogya.com – Insiden orang terseret ombak kembali terjadi di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, pada Jumat pagi (4/4/2025). Tiga orang wisatawan dilaporkan terseret arus saat bermain air, dan satu di antaranya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, menjelaskan bahwa ketiga korban adalah AAE (19) asal Sorong, Papua; AJJ (22) asal Ungaran Timur, Semarang; serta AJP (18) warga Semarang Barat.

“Ketiganya datang ke Pantai Parangtritis sekitar pukul 07.00 WIB. AAE datang bersama rombongan 11 orang, sedangkan AJJ dan AJP bersama rombongan yang terdiri dari tiga orang,” ujar Jeffry.

Setelah tiba di pantai, ketiga korban langsung bermain air di tepian. Namun tanpa disadari, mereka masuk terlalu ke tengah hingga mencapai area palung laut yang dikenal sebagai titik rawan terseret arus.

“Korban AAE lebih dulu terseret ombak ke tengah laut. Melihat itu, dua rekannya, AJJ dan AJP, mencoba memberikan pertolongan. Namun karena tidak menggunakan alat pengaman atau pelampung, keduanya malah ikut terseret arus,” jelasnya.

Tim SAR yang berjaga di lokasi segera melakukan penyelamatan. AAE dan AJJ berhasil ditarik ke daratan dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami kelelahan hebat.

Namun nahas, AJP tidak dapat diselamatkan dan hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Petugas SAR saat ini terus melakukan pencarian terhadap AJP. Kami berharap korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” imbuh Jeffry.

Pihak kepolisian bersama unsur SAR, relawan, dan nelayan setempat kini menyisir kawasan pesisir serta melakukan pencarian laut menggunakan perahu karet.

Jeffry kembali mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk tidak berenang atau bermain air terlalu ke tengah, terutama di kawasan palung laut. Edukasi mengenai keselamatan wisata bahari juga terus digalakkan demi mencegah kejadian serupa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini