Isu Tsunami Turunkan Kunjungan Wisatawan ke Pantai Glagah saat Libur Lebaran

235
Gelombang tinggi sempat menerjang Pantai Glagah hingga mencapai area payung teduh yang biasa digunakan wisatawan untuk bersantai, pada Kamis pagi (11/4/2024) - Foto: Harian Jogja
Gelombang tinggi sempat menerjang Pantai Glagah hingga mencapai area payung teduh yang biasa digunakan wisatawan untuk bersantai, pada Kamis pagi (11/4/2024) - Foto: Harian Jogja

BeritaYogya.com – Libur Lebaran 2025 tak begitu menggairahkan bagi sektor pariwisata di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo. Kunjungan wisatawan tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Data dari pengelola Desa Wisata Glagah mencatat, jumlah wisatawan terbanyak hanya mencapai 11.600 orang pada Kamis (3/4/2025). Padahal pada puncak libur Lebaran tahun lalu, angka kunjungan bisa mencapai 16 ribu orang dalam sehari.

Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Putro Puspo, menyebut penurunan ini diduga kuat dipengaruhi oleh isu tsunami yang sempat beredar di masyarakat tanpa disertai penjelasan yang memadai.

“Padahal tsunami itu tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Kami sudah memiliki sistem mitigasi bencana yang teruji,” jelas Bayu pada Jumat (4/4/2025).

Bayu juga menegaskan, kesiapan mitigasi bencana di Desa Wisata Glagah bahkan telah diakui oleh UNESCO. Ia memastikan bahwa keamanan di kawasan wisata tersebut sangat diperhatikan dan seluruh petugas sudah terlatih menghadapi situasi darurat.

Selain isu bencana, Bayu menambahkan bahwa perubahan manajemen lalu lintas di sekitar Pantai Glagah turut mempersulit akses wisatawan. Khususnya di perempatan barat Jembatan Glagah yang baru, perubahan lampu lalu lintas dinilai membingungkan pengendara karena menjadikan arus dari utara dan selatan satu arah.

Meski demikian, Bayu tetap optimistis sisa libur lebaran masih bisa meningkatkan jumlah kunjungan. Ia menyebut wisatawan mayoritas datang dari wilayah Jawa Tengah.

“Kami harap angka kunjungan bisa naik. Tidak perlu khawatir, kami jamin keamanannya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Kulonprogo, Aris Widiatmoko, membenarkan bahwa keamanan di kawasan Pantai Glagah dijaga ketat. Seluruh personel diturunkan dan berjaga 24 jam selama musim libur.

“Hingga saat ini situasi aman. Tidak ada kecelakaan, gelombang laut juga dalam kondisi normal di bawah tiga meter. Rambu-rambu dan personel siaga maksimal,” jelasnya.

Aris juga mengimbau kepada seluruh wisatawan, terutama yang membawa anak-anak, untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan bersama saat berwisata di pantai.

Data dari pengelola Desa Wisata Glagah mencatat, jumlah wisatawan terbanyak hanya mencapai 11.600 orang pada Kamis (3/4/2025). Padahal pada puncak libur Lebaran tahun lalu, angka kunjungan bisa mencapai 16 ribu orang dalam sehari.

Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Putro Puspo, menyebut penurunan ini diduga kuat dipengaruhi oleh isu tsunami yang sempat beredar di masyarakat tanpa disertai penjelasan yang memadai.

“Padahal tsunami itu tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Kami sudah memiliki sistem mitigasi bencana yang teruji,” jelas Bayu pada Jumat (4/4/2025).

Bayu juga menegaskan, kesiapan mitigasi bencana di Desa Wisata Glagah bahkan telah diakui oleh UNESCO. Ia memastikan bahwa keamanan di kawasan wisata tersebut sangat diperhatikan dan seluruh petugas sudah terlatih menghadapi situasi darurat.

Selain isu bencana, Bayu menambahkan bahwa perubahan manajemen lalu lintas di sekitar Pantai Glagah turut mempersulit akses wisatawan. Khususnya di perempatan barat Jembatan Glagah yang baru, perubahan lampu lalu lintas dinilai membingungkan pengendara karena menjadikan arus dari utara dan selatan satu arah.

Meski demikian, Bayu tetap optimistis sisa libur lebaran masih bisa meningkatkan jumlah kunjungan. Ia menyebut wisatawan mayoritas datang dari wilayah Jawa Tengah.

“Kami harap angka kunjungan bisa naik. Tidak perlu khawatir, kami jamin keamanannya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Kulonprogo, Aris Widiatmoko, membenarkan bahwa keamanan di kawasan Pantai Glagah dijaga ketat. Seluruh personel diturunkan dan berjaga 24 jam selama musim libur.

“Hingga saat ini situasi aman. Tidak ada kecelakaan, gelombang laut juga dalam kondisi normal di bawah tiga meter. Rambu-rambu dan personel siaga maksimal,” jelasnya.

Aris juga mengimbau kepada seluruh wisatawan, terutama yang membawa anak-anak, untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan bersama saat berwisata di pantai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini