Garebeg Sawal 2025, Tradisi Keraton Yogyakarta Sambut Idul Fitri

124
Keraton Yogyakarta menggelar tradisi Garebeg Sawal di Masjid Gedhe Kauman pada Senin (31/3/2025), menghadirkan suasana sakral dan meriah. (Foto: Ist)
Keraton Yogyakarta menggelar tradisi Garebeg Sawal di Masjid Gedhe Kauman pada Senin (31/3/2025), menghadirkan suasana sakral dan meriah. (Foto: Ist)

BeritaYogya.com – Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menyelenggarakan prosesi Garebeg Sawal dalam rangka memperingati Idulfitri, pada Senin (31/3/2025). Acara ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung meriah, diiringi oleh barisan bregada prajurit serta tujuh gunungan yang melambangkan kemakmuran serta sedekah dari Raja kepada rakyatnya.

Pada tahun ini, terdapat perubahan dalam rute prosesi. Koordinator Pelaksanaan Garebeg Sawal 2025, KRT Kusumanegara, menjelaskan bahwa iring-iringan tidak melewati Alun-Alun Utara seperti tahun-tahun sebelumnya. Gunungan yang ditempatkan di Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor, dibawa oleh Kanca Abang melewati Regol Brajanala, Sitihinggil Lor, hingga Pagelaran, sebelum akhirnya menuju Masjid Gedhe untuk didoakan.

“Setelah prosesi doa di Masjid Gedhe, dua gunungan akan dibawa ke Pura Pakualaman dan kompleks Kepatihan,” ujar Kusumanegara.

Sebanyak 10 bregada prajurit Keraton turut mengawal gunungan dalam prosesi ini, yaitu Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa. Khusus Gunungan yang dikirim ke Kepatihan dikawal oleh Bregada Bugis, sedangkan yang menuju Pura Pakualaman dikawal oleh prajurit Dragunder dan Plangkir dari Pakualaman.

Tahun ini, prosesi Garebeg Sawal semakin istimewa dengan kembalinya Abdi Dalem Palawija, yang sudah lama tidak ikut serta. Kelompok ini beranggotakan individu dengan kondisi fisik khusus yang memiliki peran penting dalam upacara-upacara sakral Keraton.

Dalam Garebeg Sawal 2025, Keraton Yogyakarta menghadirkan tujuh jenis gunungan, yaitu Gunungan Kakung, Estri/Wadon, Gepak, Dharat, dan Pawuhan. Dari ketujuh gunungan tersebut, tiga di antaranya merupakan Gunungan Kakung yang dialokasikan ke Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sementara itu, Gunungan Pawuhan diberikan khusus kepada Abdi Dalem Pengulon.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini